Main Menu
 
Home
System
Forum Tanya Jawab
Join
Bonus
Support
Kesaksian
Penerima Komisi
Penerima Bonus
Iklan Baris Anda
Banner Iklan
News
Beasiswa
Sponsor anda

Listyo Waryadi
Tangerang
081905963060

Member Login
Username:
Password:
Lupa Password?
Mau Untung? Join Now!

Site statistik
Counter Member
283377
Aktif: 871
Free: 1007
Total: 1878
Launch Date: 1 Desember 2008
5 Member terbaru

zuhri

Phone : 085230822850

Kota :Banyuwangi

 

bobby ardiansyah

Phone : 6287853364654

Kota :surabaya

 

seta hartoko

Phone : 081367252159

Kota :Palembang

 

samsodin

Phone : 081331928802

Kota :tulungagung

 

Novita

Phone : 085232237671

Kota :Surabaya

 

azrin

Phone : 085760209094

Kota :medan

 

usvczbz

Phone : 92674689723

Kota :usvczbz

 

Irman

Phone : 081242014356

Kota :Kendari

 

KISAR MARULI TUMANGGER

Phone : 081269686766

Kota :Aceh singkil

 

Zazuliansyah

Phone : 081319812075

Kota :Bekasi

 

 

 


 
Halaman : 1 2

Sinetron Melati Untuk Marvel (SCTV)

29/06/2009 [20:23:04]

MELATI(Chelsea Olivia)(22) adalah seorang gadis muda yang penuh dengan gairah kerja. Baginya, urusan jodoh adalah urutan kesekian setelah pekerjaan. MELATI tipe cewek mandiri, tegas dan bertanggungjawab. Ditunjang oleh penampilan fisiknya yang menarik, gak heran kalo banyak cowok yang jatuh hati padanya. Kebalikan dengan seorang cowok bernama MARVEL(Rezky Aditya)(22). Di usianya yang udah gak remaja lagi, MARVEL masih mencari identitas diri. Selulus SMA, karena gak ada biaya, ia terpaksa jadi supir taxi. Itu pun setengah hati. Setelah ortunya cerai ketika ia masih balita, ia tinggal dengan ANGGI, ibunya. ANGGI sering gak sabar melihat MARVEL yang sepertinya gak pernah serius dengan masa depannya. Padahal menurut MARVEL sendiri, ia udah cukup bekerja keras untuk membantu ibunya. ANGGI sendiri membuka salon kecil-rumahan di sebuah ruko. Suatu kali MELATI gak sengaja ketemu dengan MARVEL. Gara-gara MARVEL menendang ban mobilnya dan spion mobil MELATI rontok, MELATI marah besar dan menuntut ganti rugi. Tentu aja MARVEL gak terima, menganggap bahwa emang dasar mobilnya MELATI yang udah kelewat tua dan harusnya masuk musium. Melati tersinggung dan akhirnya balas mengatakan, bahwa cowok seperti MARVEL emang gak bisa diandalkan apalagi bertanggungjawab, jadi ia akan maklum. MARVEL gantian tersinggung. Akhirnya ia mau kasih uang, tapi gak punya. Jadi ia kasih kertas lotere. Dari situ MELATI baru tau betapa kacaunya cowok itu. Tapi dibalik sikap MARVEL yang slenge'an, MARVEL sangat menyayangi ibunya dan menghormati wanita. Ketika ibunya dilamar oleh SURYA (bos MELATI di kantor), MARVEL mendukungnya. Tapi ibunya ragu, SURYA adalah mantan cinta pertamanya. Dulu ANGGI ditolak mentah-mentah oleh BU LILI, ibunya SURYA, karena gak sepadan. Kini setelah sekian puluh tahun dan sama-sama pernah berumah tangga, keduanya kembali bertemu dan jatuh cinta. SURYA sangat ingin menyunting ANGGI meski BU LILI tetap menentangnya. MELATI dan MARVEL masih sering ketemu gak sengaja. Ketika mobil MELATI mogok, MARVEL kebetulan lewat dan dengan ketulusan membantu membereskan mobil itu. Dari situ, MELATI baru tau bahwa sebenernya MARVEL cowok yang baik. MELATI mulai bersimpati pada MARVEL. MARVEL pun sebenernya juga udah mulai merasa suka sama MELATI. Dalam pada itu, ada ADITYA, cowok keren dan bermasa depan cerah, yang naksir MELATI. Mereka kenal gara-gara ADITYA ke kantor MELATI untuk kerja sama. Semenjak itu hubungan mereka jadi dekat. ADITYA bahkan akhirnya menganggap MELATI adalah pacarnya, meski gak pernah ada pernyataan soal itu. Mengetahui kedekatan MELATI-ADITYA, MARVEL diam-diam merasa cemburu. Tapi ia cukup sadar diri. Akhirnya MARVEL pura-pura punya pacar, sekedar untuk menutupi luka hatinya. MELATI juga suka sok mesra dengan ADITYA di depan MARVEL. Jadilah mereka jadi suka saling manas-manasin satu sama lain. MELATI mempunya seorang kakak bernama DIKA. DIKA jadi branch manager sebuah bank dan mempunyai pacar serius bernama SHAFA. Keluarga SHAFA sangat berharap DIKA segera melamar SHAFA, tapi DIKA nampak belom siap. Sama dengan MELATI, DIKA juga ambisius dalam mengejar karir. Suatu kali DIKA kenal gak sengaja dengan cewek super menyebalkan bernama AUREL. AUREL sangat kasar dan arogan. Maklum, dia adalah putri tunggal SURYA, yang sangat dimanja dan lama hidup diluar. DIKA sama sekali gak tau bahwa BU SELVA (ibunya) udah sepakat dengan BU LILI untuk menjodohkannya dengan AUREL. Setiap bertemu mereka selalu dalam kondisi berantem. Tapi lama-lama AUREL malah tertarik dan jatuh cinta sama DIKA. DIKA berusaha menolak karena udah punya SHAFA. Tapi bukan AUREL namanya kalo menyerah begitu aja. Dengan segala upaya, ia berusaha merebut DIKA dari tangan SHAFA. Sampai akhirnya DIKA emang bener-bener meninggalkan SHAFA dan menikah dengan AUREL. ANGGI akhirnya menikah dengan SURYA, setelah ANGGI tanda tangan surat perjanjian pisah harta yang disodorkan BU LILI. MARVEL akhirnya ikut pindah ke rumah mewah SURYA. AUREL dan LILI yang gak pernah setuju dengan pernikahan itu, akhirnya banyak menekan ANGGI. MARVEL tentu aja gak rela ibunya diperlakukan semena-mena sama mereka. Tapi tiap kali MARVEL membela ibunya, yang ada malah terjadi percekcokan keluarga. MARVEL jadi musuhan sama AUREL dan akhirnya memutuskan untuk tinggal di rumah lamanya aja. Sementara itu SHAFA yang ditinggal DIKA, sangat terpukul dan curhat sama MARVEL. SHAFA sama sekali gak tau bahwa MARVEL adalah kakak tiri AUREL, istri DIKA. Melihat kedekatan MARVEL dengan SHAFA, MELATI sempat dilanda cemburu. Tapi MELATI juga gengsi dan menyimpan perasaannya ke MARVEL. SURYA mengajak MARVEL untuk bergabung dengan perusahaannya. MARVEL menjadi bawahan MELATI. MELATI kerap mengomelinya karena MARVEL kerja sering ketiduran. Bahkan ketika ke klien dan disuruh bawa mobil pun, MARVEL nyasar. Mereka jadi sering adu mulut. Tapi dibalik itu, mereka sebenarnya saling mengagumi diam-diam. Akhirnya mereka malah jadi partner kerja yang handal. Ide-ide keduanya sering dipakai oleh kantor. ADITYA jadi makin cemburu dengan kedekatan mereka. Akankah keduanya akan melanjutkan ke hubungan yang lebih serius? Saksikan kisahnya dalam "MELATI UNTUK MARVEL".


Friendster dan Facebook Haram

24/05/2009 [16:57:41]

Forum Bahtsul Massail putri XI di Pondok Pesanteren Lirboyo memutuskan mengharamkan mencari jodoh melalui situs jejaring sosial semacam Friendster dan Facebook. Seperti yang dikutip dari tempointeraktif.com, Minggu (24/05), rapat yang diikuti oleh 700 perwakilan dari pondok pesanteren se-Jawa-Bali itu menetapkan hanya memperbolehkan situs jejaring sosial untuk kebutuhan syriat. Kebutuhan itu semisal muamalat atau jual-beli, dakwah, tablig, dan khitbah (lamaran). "Mencari jodoh yang belum diketahui orangnya itu haram. Sebab, akan cenderung memicu perbuatan iseng dan pornografi," kata ketua komisi C yang menggodok masalah itu, ustad Masruchan, seperti yang dikutip dari tempointeraktif.com Karena itu, kata Masruchan, forum itu merekomendasikan kepada para penggemar Facebook atau Friendster untuk menghindari hal-hal yang diperbolehkan itu. Selain itu, kata Masruchan, forum meminta kepada pemilik Facebook untuk lebih mengontrol situsnya itu. "Jangan sampai menjadi seperti Friendster," katanya. "Friendster sudah mengarah ke pornografi." Juru bicara Pondok Pesantren Lirboyo, Nabil Haroen, mengungkapkan salah satu ulama Pondok Pesantren Lirboyo ada yang memiliki Friendster. Ulama itu, kata dia, pernah mendapat kiriman gambar porno. "Jika dalam perkembangannya peringatannya tak diindahkan pemilik, kami akan berkumpul kembali untuk membahas penetapan pengharaman Facebook," ujarnya. Gayung bersambut. Keputusan itu disambut baik oleh Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur. Mereka mendukung keputusan yang ditelurkan forum bahtsul massail Ponpes Lirboyo itu. "Pokoknya, apa pun yang dikonotasikan dengan maksiat memang haram," kata Ketua MUI Jawa Timur Abussomad Bukhori. Apalagi, kata Bukhori, jejaring sosial seperti itu masuk kategori khalwah (mojok) yang sangat rentan terhadap kemaksiatan. Kerentanan ini, kata dia, disebabkan oleh komunikasi yang dilakukan tidak berupa tatap muka langsung, melainkan hanya menggunakan media Internet. Hal berbeda diungkapkan oleh pengurus Muhammadiyah Jawa Timur. Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Jawa Timur Nadjib Hamid mengatakan fatwa haram itu sangat berlebihan. "Itu bukan wilayah halal dan haram," katanya. Kata Nadjib, situs jejaring sosial semacam itu merupakan kemajuan teknologi yang harusnya dimanfaatkan. "Manfaat atau tidaknya tergantung penggunaannya," ujarnya. Adapun Muhammadiyah, kata Nadjib, sangat mendukung kemajuan teknologi semacam itu. Sebab, teknologi itu sangat bermanfaat untuk komunikasi. Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf meminta para peserta forum bahtsul masail di itu berhati-hati dalam memutuskan hukum teknologi jejaring sosial itu. Kata Gus Ipul - sapaan akrab Saifullah, untuk mengkaji masalah itu diperlukan pemahaman yang mendalam tentang teknologi. Sebab, kecanggihan teknologi selalu membawa dampak manfaat dan mudarat sekaligus. "Jangan sampai yang memutuskan itu tidak pernah membuka Facebook," katanya. Gus Ipul khawatir jika keputusan yang diambil instan justru akan tak digubris orang seperti saat ulama mengeluarkan fatwa haram rokok. "Setelah diprotes banyak orang, haram itu akhirnya menjadi halal," katanya.


Panglima: Hercules Jatuh Tak Terkait Anggaran

21/05/2009 [13:08:56]

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Djoko Susanto menegaskan jatuhnya pesawat Hercules C-130 milik TNI Angkatan Udara bukan terkait masalah pemotongan anggaran pemeliharaan dan operasional. Walaupun begitu, dia juga tidak menutup mata jika dihadapkan kepada idealnya anggaran, apa yang diterima TNI saat ini tidaklah cukup. "Tidak ada pemotongan anggaran dan operasional. Namun demikian, bila dihadapkan keadaan ideal memang belum cukup dan kita akan lebih prioritaskan lagi," ujar Djoko Susanto kepada wartawan di Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2009). Secara teknis, lanjutnya, berdasarkan informasi yang dia terima kondisi pada pagi hari di Magetan adalah ground fog. "Jadi ada kabut di darat dan biasa di Iswahyudi biasa pagi-pagi memang ada kabut," jelas Djoko. Seperti diketahui, tambahnya, dalam perubahan iklim cuaca di Indonesia memang tidak menentu, baik di udara, darat, maupun lautan. Mengenai instruksi presiden, Djoko menjelaskan TNI sudah melaksanakan. "Kita sudah laksanakan, kita inventarisir, kita laksanakan. Kita akan laksanakan pengecekan lebih ekstra ketat lagi. Ke depannya, kita akan lebih tingkatkan lagi," pungkasnya


Menit Terakhir, PKS Melunak Dukung Penuh SBY-Boediono

16/05/2009 [19:19:16]

Hanya dalam beberapa menit, Partai Keadilan Sejahtera akhirnya memutuskan dengan bulat dukungan terhadap pencalonan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono menjadi calon presiden dan wakil presiden. Dari selebaran pers DPP Partai Keadilan Sejahtera dinyatakan bahwa pertemuan ketua Majelis Syura PKS Hilmi Aminuddin dan calon presiden Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Bandung, Jum'at (15/5) pukul 17.00 menghasilkan kesepakatan akhir Koalisi PKS dengan Partai Demokrat untuk mengusung SBY-Budiono. Kesepakatan ini terbangun setelah ada kesepahaman tentang perlunya membangun kebersamaan koalisi yang didasari prinsip partnership yang setara dan dua arah. Termasuk komunikasi dua arah yang positif dan konstruktif. Juga disepakati kontrak politik berupa platform koalisi yg berisi sepuluh agenda prioritas pembangunan yg berasas penguatan kedaulatan negara di berbagai bidang dan berorientasi kepada kemakmuran rakyat -yang akan dijalankan oleh SBY-Budiono-- didukung oleh PKS, jika terpilih kembali untuk memimpin pemerintahan. Sebelum acara deklarasi pencalonan presiden dan wakil presiden, Sekjen PKS Anis Matta yang tiba di Hotel Sheraton pukul 18.28 mengatakan kalau masalah calon wakil presiden adalah persoalan antara Hilmi (Aminuddin) dengan SBY. Sementara Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminudin mengatakan bertemu dengan SBY untuk silaturrahim. Menjawab pertanyaan, apakah PKS mendukung SBY? "Itu yang kan dibicarkan," aku Hilmi. Menyusul kedatangan Presiden PKS Tifatul Sembiring, yang kemudian menyatakan bahwa akan menjelaskan setelah pertemuan dengan pihak Partai Demokrat. Rombongan PKS ini datang pukul 05.15. Sementara SBY sudah datang pukul 04.40 datang tidak melewati lobi hotel.(Dr Tempo Interaktif)


DPW PAN Jabar Desak DPP Tidak Berkoalisi Dengan PD

14/05/2009 [00:54:13]

Jakarta - Ancaman PAN keluar dari koalisi terkait dipilihnya Boediono sebagai cawapres oleh SBY, semakin jelas. DPW PAN Jawa Barat mendesak agar DPP tidak mendukung SBY pada Pilpres nanti. Hal itu dirumuskan dalam rapat koordinasi yang digelar DPD PAN Jawa Barat, Rabu, 13 Mei 2009 malam. "Mengusulkan agar DPP tidak berkoalisi dengan Demokrat," ujar Ketua Badan Pemenangan Pilkada dan Pemilu (Bappilu) DPW PAN Jabar H Uum Syarief Usman saat dihubungi detikcom, Kamis (14/5/2009) dini hari. Uum menjelaskan, keputusan ini sekaligus merupakan reaksi kekecewaan kader PAN Jabar terhadap SBY dan Demokrat. "Iya, karena keputusan rakernas yang mencalonkan Hatta sebagai cawapres SBY sudah tidak dicanangkan lagi," ungkapnya. Ke depan, imbuh Uum, DPW Jabar mendorong DPP PAN agar melakukan langkah-langkah politik guna menentukan sikap koalisi. Termasuk membangun koalisi alternatif seperti yang disarankan Amien Rais. "Kami juga meminta DPP agar mencari langkah-langkah alternatif dari situasi politik yang sedang dihadapi oleh PAN. Antara lain meminta Ketua Umum mengambil langkah politik dengan partai lain," tandasnya. "Saat ini tim sudah ke berangkat ke rumah Ketua Umum PAN, mungkin saat ini sudah sampai," pungkasnya. ( ape / rdf )


Mitra Harus “Legowo”

14/05/2009 [00:53:27]

Direktur Eksekutif Indonesia Center for Responsif Politic (ICRP) Bara Hasibuan mengatakan, partai politik yang akan berkoalisi dengan Partai Demokrat harus bijaksana dan bersikap dewasa terhadap calon wakil presiden yang dipilih oleh SBY. “Munculnya nama Gubernur Bank Indonesia Boediono sebagai calon kuat pendamping SBY dalam pemilu presiden nanti, harus disikapi dengan bijaksana dan profesional,” katanya dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Selasa. Bara menilai, calon wakil presiden seperti Boediono diperlukan untuk keseimbangan pemerintahan. Boediono, kata Bara, merupakan sosok independen yang diharapkan akan memberikan bobot lebih bagi pemerintahan jika SBY terpilih kembali pada masa jabatan 2009-2014. “Kapasitas Boediono dalam bidang ekonomi akan menyeimbangkan dan memperkuat pemerintahan kelak,” katanya. Dipilihnya tokoh non-parpol oleh SBY, dinilai oleh Bara sebagai langkah yang tepat untuk menghindari konflik di antara partai-partai politik yang mendukung SBY. “Sikap saling mengedepankan figur dari masing-masing partai politik mitra koalisi Demokrat yang membuat calon kuat justru jatuh kepada Boediono,” kata Bara Sedangkan Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakhruddin mengatakan adalah hal yang tidak bertanggung jawab jika ada partai yang kemudian menarik dukungan dari Partai Demokrat pasca dipilihnya Boediono sebagai calon pendamping SBY dalam pemilu presiden nanti. “Sikap reaktif yang berlebihan dari partai-partai politik yang mungkin kecewa dengan pilihan SBY sangat tidak santun dalam fatsun politik,” katanya. Bara Hasibuan menambahkan demokrasi tidak akan menjadi besar jika para elite politik menggunakan cara intimidasi untuk mendapatkan tujuannya. Partai Demokrat yang memiliki perolehan suara terbesar dalam pemilu legislatif, dikatakan Bara Hasibuan, memiliki hak prerogratif untuk menentukan calon wakil presiden pendamping Yudhoyono. Bara menambahkan, koalisi harus dibangun dengan platform politik yang bersih untuk membangun perilaku politik yang santun dan bermartabat.( ant )


SBY Tepat Pilih Budiono Cawapres

14/05/2009 [00:52:42]

Jambi ( Berita ): Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai sudah tetap memilih Budiono sebagai pasangan Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk bertarung pada Pemilu Presiden Juli 2009 mendatang. Pengamat politik, Drs Shomad SH di Jambi, Selasa [12/05] mengatakan, berpasangan dengan Budiono tidak akan membuat nilai jual SBY turun untuk bertarung pada Pemilu Presiden mendatang. “Kendati dapat ancaman dari empat partai yang akan mundur dari koalisi dengan Partai Demokrad, namun tidak akan merugikan SBY dalam politik,” katanya. Kendati deklarasi pasangan SBY-Budiono sebagai Capres dan Cawapres baru disampaikan pada 15 Mei 2009, namun kini sudah menimbulkan reaksi beragam dari petinggi partai yang ingin berkoalisi dengan Partai Demokrat. Dipilihnya Budiono, mantan Gubernur BI pada era pemerintahan Megawati itu, mendapat tanggapan beragam dari partai yang berseberangan dengan PDIP, karena mereka beranggapan SBY telah menerima utusan dari ketua umum partai berlambang banteng itu untuk pasangannya. Terlepas dari apakah Budiono orang Megawati atau tidak, namun pilihan SBY itu sudah sangat tepat dibanding ia memlih Cawapres dari salah satu partai yang akan berkoalisi dengan partai demokrat. Dikhawatirkan jika SBY memilih salah seorang yang diajukan empat partai besar yang ingin berkoalisi seperti PKS, PKB, PAN dan PPP, maka akan ada kecemburuan dari yang lainnya. Selain itu ia berpendapat dan mencontohkan, jika SBY memlih Hatta Rajasa dari PAN sebagai cawapres, maka jika mereka menang, maka untuk lima tahun ke depan SBY juga akan didikte oleh Amien Rais. “Ancaman untuk menarik diri dari koalisi seperti yang dilontarkan PKS dinilai juga sebagai gertakan, terbukti pada Pemilu 2004 partai di bawah pimpinan Tifatul Sembiring itu juga bergabung kembali dengan Demokrat, setelah sebelumnya melakukan ancaman yang sama,” kata Shomad.(*)


Penghapusan Member

11/05/2009 [21:22:38]

Mulai saat berita ini diturunkan maka kami admin mandiripro.com mengumumkan bagi rekan2 yg belum mengaktifkan keanggotaan terhitung 2 minggu setelah mendaftar maka kami akan menghapus data anda dari database kami untuk memberikan kesempatan member lain yg akan bergabung. Demikian mohon maklum. Terima Kasih


Curhat Menyengat Jusuf Kalla

06/05/2009 [15:42:04]

Jakarta – M. Jusuf Kalla ‘curhat’. Dari curahan hatinya itulah, terungkap, hubungannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin pemerintahan, tidaklah selalu mulus. Kadang, ada juga saat dimana Kalla merasa dirinya jadi bumper. Slogan ‘bersama kita bisa’ serta sebutan dwitunggal terhadap pasangan SBY-JK sepertinya hanya menjadi catatan sejarah bagi keduanya saja. Pernyatan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar perihal peran dirinya dan Partai Golkar menjadi bumper pemerintah seperti membuka tabir misteri relasi SBY-JK selama ini. “Dalam hal kenaikan BBM dan impor beras, banyak teman-teman yang tidak berani muncul di depan media massa. Terpaksa saya lagi untuk tampil di depan untuk menjelaskan. Saya bilang, kalau memang mau demo, ya demolah. Akan tetapi jika tidak mau naik (BBM), akibatnya begini-begini,” katanya. Menurutnya, sebagai pemimpin, dia harus berani mengambil risiko. Memang jika menilik beberapa peristiwa penting di pemerintahan, JK tak jarang muncul ke publik di saat-saat sulit. Dialah yang berhadapan dengan publik ketika pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), menjelaskan program konversi minyah tanah ke gas, program bantuan langsung tunai (BLT). Program-program tersebut jelas bukan kebijakan yang populis. Ironisnya, setelah program-program tersebut berjalan dengan lancar, banyak pihak yang mengklaim sebagai kisah suksesnya. Bahkan, mereka mengeksploitasi secara massif dan menjadi salah satu penentu kesuksesan. Jelas pernyataan JK memancing reaksi beragam: ada yang mengamini, ada pula yang menyangkal. SBY sendiri menyikapi pernyataan JK cukup diplomatis. Menurut dia, dirinya dan JK telah bersepakat untuk tidak saling menyerang dalam kontestasi pilpres. Partai Demokrat bersuara sama. Ketua Fraksi Partai Demokrat Syarif Hasan juga mengklarifikasi tuduhan JK. Ia juga menyebut, Partai Golkar dan Partai Demokrat di parlemen selama ini membangun kebersamaan. Namun, sambung Syarif, tak jarang pula terdapat perbedaan kebijakan dalam mendukung keputusan pemerintah. “Misalnya hak angket, PD nggak setuju, tapi ternyata ada anggota dari Fraksi Golkar yang ikut tanda tangan hak angket tersebut,” katanya memberi contoh. Hak angket yang dimaksud Syarif yaitu tentang kenaikan harga BBM. Satu anggota FPG, Yuddy Chrisnandi setuju hak angket, sedangkan anggota FPG lainnya tidak setuju. Pernyataan JK hakikatnya tak hanya ditujukan ke Partai Demokrat dan SBY. Namun ke seluruh peserta koalisi pemerintahan SBY-JK. Peserta koalisi lainnya seperti PKS, PAN, PKB, PBB, harusnya tersengat dengan pernyataan JK. Toh, nyatanya partai pendukung pemerintah tak kalah galak dengan partai oposisi di parlemen. Sepertinya, format koalisi SBY-JK 2004-2009 bakal terulang lagi dalam format koalisi yang kini tengah dirancang oleh beberapa partai politik. Menurut pengamat politik UI Arbi Sanit, koalisi pilpres yang dibangun saat ini rapuh. “Karena jangka pendek hanya untuk kepentingan pilpres dan parlemen dan menafikan ideologi,” katanya. [I4]


Mega-Prabowo Kehilangan Muka?

06/05/2009 [15:39:46]

Jakarta – Sampai sekarang, PDI Perjuangan belum luluh dengan keputusan mereka, mengajukan Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden. Prabowo Subianto, calon dari Gerindra, juga bergeming. Kalau begini, keduanya bisa kehilangan muka. “PDIP telah menetapkan Ibu Mega menjadi capres sejak dua tahun yang lalu. Perolehan suara PDIP juga sekitar 14%, jauh lebih banyak dibanding Gerindra. Jadi, kita mohon pengertiannyalah,” kata Ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait. Semua pihak tentu mengerti dengan keinginan dan ambisi PDIP. Tapi, mestinya ‘Si Moncong Putih’ juga melihat realitas politik yang lebih luas. Mega tak lagi memiliki elektabilitas yang tinggi. Padahal, elektabilitas orang-perorang sangat penting dalam Pemilihan Presiden 2009. Tak sedikit pengamat yang menilai, Mega hampir pasti digilas Susilo Bambang Yudhoyono. Tak peduli dengan siapapun dia berpasangan: Prabowo atau Sultan Hamengku Buwono X. Ini artinya Mega memang tak terlalu laku lagi. “Megawati adalah kartu mati yang tak mungkin bisa melawan SBY. Berpasangan dengan siapa saja, kalau hanya mengadapi Mega, (SBY) masih menang telak,” ujar Umar S Bakry, pengamat politik dan Direktur Lembaga Survei Nasional (LSN). Sejauh ini, komunikasi politik Gerindra dan PDIP dikabarkan mentok soal kesepakatan siapa capres dan cawapresnya. Rapimnas Gerindra yang dijadwalkan digelar Rabu ini (6/5) pun batal. Rapimnas Gerindra batal karena para aktivis dan kader partai itu ternyata masih banyak di daerah yang ikut memantau rekapitulasi suara sehingga sulit untuk datang. “Lagi pula, lebih baik kita tunggu dinamika politik ke depan,” ujar Ketua Umum Gerindra, Suhardi Suhardi tak membantah, batalnya Rapimnas Gerindra juga disebabkan karena negoisasi soal capres-cawapres dengan PDIP belum memperlihatkan titik terang. Dialog dengan PDIP mentok. Belum jelas ke depannya, apakah Mega akan tetap keras kepala dan luluh dalam bujuk rayu lingkaran dalamnya untuk tetap maju menantang SBY. “Melawan SBY, Mega ibaratnya menabrak tembok besar. Sungguh,” kata Andi Syafrani MA, analis polititk dari Charta Politika. Saat ini, Gerindra sendiri tengah memikirkan strategi lain soal koalisi menuju Pilpres 2009. Strategi lainnya untuk melihat peluang menggandeng Soetrisno Bachir dan menarik PAN amat sulit. Apalagi menarik PPP. Kedua partai itu sudah jatuh hati ke kubu SBY. Pada dasarnya antara Gerindra dan PDIP sudah memiliki beberapa kesepakatan soal pemikiran koalisi untuk bagaimana membangun bangsa ke depan. Namun, hanya ada satu hal yang belum disepakati antara Gerindra dan PDIP, yaitu soal siapa capres dan siapa cawapres yang akan didukung. Dan jalan buntu itu belum bisa ditembus sampai hari ini. Jika Mega ngotot maju menghadapi SBY dengan berduet bersama Prabowo, maka keduanya harus siap kehilangan muka, selain kehilangan uang dan sumber daya. [I4]


 

Copyright mandiripro.com 2008
Dilarang keras meniru mengutip tanpa seizin dari mandiripro.com