|
Sponsor
anda |
Endy Rosady
Sumedang 45352 Jawa 081220647718
 |
|
Site
statistik |
| Counter |
Member |
316643
|
Aktif: 880 Free:
1070 Total:
1950 | |
| Launch Date: 1
Desember 2008 |
|
5 Member terbaru |
| |
|
|
| |
|
|
|
|
 |
Halaman : 1 2 Capres Jenderal Bersatu Kritik SBY
06/05/2009 [15:35:37]
Agaknya kubu SBY harus kian tahan banting. Selain dari capres kalangan sipil, kini SBY juga didera kritik dari capres sesama eks jenderal. Wiranto dan Prabowo Subianto sama-sama menilai SBY telah gagal menyelesaikan problem bangsa.
Bagi Wiranto, capres dari Partai Hanura, bukanlah kali pertama 'memerahkan kuping' SBY. Kali ini, Wiranto kembali meneguhkan penilaian buruknya terhadap kabinet SBY. Dalam pandangannya, pemerintah telah gagal menyejahterakan rakyat.
Kritik pedas itu disampaikan mantan Panglima ABRI (kini TNI) dalam Forum PPP Mendengar. Wiranto menampik bila ucapannya ini hanya untuk menyudutkan pemerintah. Fakta yang dikantonginya menunjukkan masalah kemiskinan tetap saja menghinggapi negeri yang berpenduduk lebih dari 200 juta orang ini.
Berdasarkan perhitungan Bank Dunia dengan ukuran pengeluaran biaya hidup US$ 2/hari, pada 2007 angka kemiskinan mencapai 105,3 juta (45,2%) dari 240 juta orang Indonesia. Artinya, hampir separuh penduduk Indonesia miskin.
Tidak berbeda dengan Wiranto, capres Partai Gerindra Prabowo Subianto juga menyoroti penanganan masalah ekonomi yang dilakukan SBY. Menurutnya, kebijakan nasionalisasi ekonomi era Presiden SBY amat lemah, bahkan lebih mengedepankan imperialisme ekonomi. Putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo itu meyakini kondisi ekonomi Indonesia hingga tahun 2045 akan tetap seperti sekarang ini, tunduk terhadap IMF dan bangsa asing lainnya.
Padahal, kata Prabowo, kalau pemerintah konsekuen menjalankan pasal 33 UUD 1945 maka dengan hasil alam yang melimpah ini, bangsa tidak akan terjepit masalah ekonomi. "Seperti yang terjadi pada pemerintahan saat ini dan sebelumnya banyak pengekploitasian alam secara berlebihan," ujar Prabowo.
Prabowo juga memperingatkan globalisasi yang kini terjadi bisa menggerus negeri ini. Sebab, mengutip pendapat pemenang nobel dalam bidang ekonomi Milton Friedman, saat ini kita dapat memproduksi suatu barang dimana saja, menggunakan sumber daya alam dari berbagai tempat, melalui perusahaan yang berlokasi dimanapun, untuk dapat dijual dimana saja.
Tentunya, jika mengacu konteks di atas maka arus perkembangan globalisasi akan semakin masif ketika setiap negara melakukan kerjasama internasional untuk meningkatkan perdagangan internasional yang landasan pada ”free trade”. Situasi ini setidaknya akan makin memperberat Indonesia yang juga mengalami liberalisasi.
Dalam pandangan liberalisme, kehadiran negara diharapkan, tetapi hanya sebagai fasilitator yang menjamin agar mekanisme pasar dapat berjalan sebagai fasilitator yang menjamin agar mekanisme pasar dapat berjalan sebagaimana mestinya. Pengurangan atau penghapusan berbagai hambatan tarif dan nontarif. Dan liberalisasi ekonomi terbukti telah membawa marginalisasi dan deindustrialisasi di negeri ini.
Kali ini, kedua capres jenderal sama-sama menelanjangi kebijakan SBY soal ekonomi berikut problematikanya. Dan ke depan tidak menutup kemungkinan kelemahan SBY dalam mengomandoi kabinet akan terus dikupas bersama dengan capres lain. Masih kuatkah kubu SBY terus bertahan dari serangan kritik tajam? Sampai kapan?[L4
SBY Segera Berhentikan Antasari Azhar
06/05/2009 [15:35:08]
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan segera mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) yang berisi pemberhentian sementara terhadap Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar. Saat ini, draf Keppres tersebut telah disiapkan.
ADVERTISEMENT
"Segera (diteken)," ujar staf Presiden SBY bidang hukum Denny Indrayana kepada detikcom, Selasa (5/5/2009) malam.
Menurut Denny, soal Keppres Pemberhentian Sementara Antasari ini, SBY menggunakan tiga dasar untuk terbitnya Keppres tersebut. Pertama, UU KPK yang menyatakan bahwa jika pimpinan menjadi tersangka maka akan diberhentkan sementara.
Kedua, surat resmi dari penyidik kepolisian kepada presiden bahwa status Antasari sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dan ketiga, surat resmi dari pimpinan KPK, per 5 Mei 2009 yang salah satunya mengutip UU KPK, utamanya pasal pemberhentian sementara.
"Keppres sudah didraf, dan akan dikeluarkan segera setelah surat dari kepolisian, yang sekarang sedang disiapkan, diterima presiden," papar Denny.
Denny menambahkan, Keppres ini akan segera dikeluarkan untuk memisahkan antara persoalan hukum yang dialami Antasari dari KPK. "Serta untuk menyelamatkan institusi KPK dan agenda pemberantasan korupsi," pungkas Denny
Pinisepuh Golkar Bertemu SBY
24/04/2009 [21:16:35]
JAKARTA - Di tengah berlangsungnya Rapat Pimpinan Nasional Khusus Partai Golkar, sebanyak empat orang pinisepuh Partai Golkar justru menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka menyampaikan kegelisahannya karena Partai Golkar pisah kongsi dengan Partai Demokrat.
Pertemuan berlangsung tertutup di Wisma Negara Komplek Istana Kepresidenan Jakarta. Wartawan yang mengetahui kedatangan mereka pun tidak diperkenankan meliput dan mengambil gambar.
"Pertemuan di Wisma Negara itu bersifat off the record, saya tidak bisa ungkapkan," ujar salah satu Tim 9 Partai Demokrat Hayono Isman kepada wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (23/4/2009).
Menurut Hayono, SBY menghormati keputusan yang diambil oleh Partai Golkar untuk menetapkan Jusuf Kalla sebagai calon presiden. "Beliau menghormati keputusan dan hak politik Partai Golkar," kata Hayono.
Hayono menambahkan, para tokoh senior Golkar itu khawatir perpisahan Partai Golkar dan Partai Demokrat dapat menimbulkan implikasi serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Mungkin mereka sangat khawatir sehingga mereka ketemu pak SBY, meminta penjelasan langsung dari Pak SBY dan mengapa sampai terjadi kebuntuan (komunikasi) politik," tambah Hayono.
Mereka juga tetap berharap ke depannya hubungan kerja kedua partai politik tidak putus begitu saja. Menanggapi ini SBY mengatakan jika nanti dia terpilih lagi sebagai presiden pada periode selanjutnya, dia tetap membuka diri untuk bekerja sama dengan Partai Golkar.
"Bagaimanapun Golkar masih keluarga sendiri," pungkas mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era Suharto.
Tidak diketahui identitas keempat tokoh senior Partai Golkar itu, namun jika dilihat dari belakang salah satu dari mereka sangat mirip dengan Sulasikin Moerpratomo, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Suharto. Sedangkan SBY didampingi oleh Andi Mallarangeng, Hayono Isman dan Widodo. (hri)
Afifa Syahira Tak Berniat Jadi Artis
19/04/2009 [23:49:02]
Meski sering wara-wiri di layar kaca lewat sinetron di beberapa stasiun TV tanah air, sebut saja CINDERELLA, AZIZAH, BAWANG MERAH BAWANG PUTIH, dan terakhir MELATI UNTUK MARVEL, seorang Afifa Syahira ternyata mempunyai cita-cita yang begitu kontras dengan apa yang ia jalani saat ini. Menjadi psikolog atau dokter adalah sejumput impian untuk menjadi pekerjaannya di masa depan.
ADVERTISEMENT
"Aku suka ngeliat operasi, nggak tau kenapa meski banyak orang yang bilang kalau itu sadis. Aku suka ngeliat film-film yang menampilkan adegan begituan," tutur Afifa saat ditemui di studio Persari, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (16/04).
Selain itu, Afifa juga selalu suka mempelajari karakter tiap orang yang berada di lokasi syuting. "Bergaul dengan orang banyak itu bisa membuat kita lebih dewasa dalam bersikap, kita bisa tahu sifat-sifat orang, seru banget pokoknya," ujarnya.
Menurut artis belia berdarah Arab - Pakistan ini menjadi artis seperti yang dilakoni sekarang adalah wujud kerinduannya terhadap dunia showbiz yang pernah terhenti beberapa saat sampai ia memutuskan untuk kembali menekuni akting.
"Kelas 3 SD aku udah jadi model iklan. Namun karena waktu itu aku takut casting lagi jadinya terhenti. Sampai aku kelas 1 SMP perasaan kangen untuk kembali ke akting muncul. Baru kelas 2 SMP aku mengambil tawaran lagi untuk syuting, sampai sekarang deh," pungkas bintang iklan beberapa produk ini. (kpl/ant/bun)
SBY: Matahari Kembar Tidak Akan Terjadi
19/04/2009 [23:46:45]
BOGOR - Keberatan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) atas kemungkinan koalisi Demokrat-Golkar, dimaklumi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Alasan PKS yang menyebutkan akan adanya matahari kembar, tidak akan terjadi.
"Itu hak masing-masin partai politik untuk menyampaikan pandangannya," kata SBY di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Minggu (19/4/2009).
Matahari kembar itu tidak mungkin terjadi manakala masing-masing pihak memahami otoritasnya, fungsi dan tanggung jawabnya, kewenangannya, serta ketentuan konstitusi. "Oleh karenanya kami menerima dan mengikutinya," tegas SBY.
Hingga kini, Partai Demokrat masih melakukan komunikasi untuk membicarakan mengenai format koalisinya ke depan. SBY kembali menegaskan, Partai Demokrat tidak akan berkoalisi atas dasar ideologi.
"Melainkan bagaimana kesamaan platform dan arah kebijakan. Yaitu pembangunan, demokrasi, dan keadilan. Komitmen harus nyata, dan prioritas dalam agenda kami adalah untuk menyejahterakan rakyat. Good governance dan rule of law," tuturnya. (hri)
Demokrat: Cawapres SBY Bukan Independen
19/04/2009 [23:43:40]
JAKARTA - Teka-teki tentang siapa figur yang akan mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pemilihan presiden mendatang mulai terbaca. Demokrat memutuskan tidak akan menyandingkan SBY dengan tokoh independen.
"Figur yang akan mendampingi SBY bukan kalangan independen," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik Anas Urbaningrum kepada wartawan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (17/4/2009).
Menurutnya, pola koalisi yang akan dibangun Demokrat kali ini berbeda dengan Pemilu 2004 silam. Saat ini, kata Anas, Demokrat akan memimpin koalisi dengan kontrak politik yang jelas.
"Tanggal 25 dan 26 April kami akan rapimnas dan menentukan capres yang akan diusung. Kalau sempat, kita akan sekalian umumkan cawapresnya," tandasnya.
Koalisi yang dibangun Demokrat nanti, lanjut dia, tidak ingin mematikan kebutuhan oposisi yang kuat dan efektif. Koalisi yang dibangunpun harus diikat dengan kontrak politik yang bersifat konstitusional bukan pribadi.
"Sampai sekarang SBY masih istikharah mencari figur cawapres. Selain dengan cara politik, beliau juga melakukan dengan cara spiritual," pungkasnya.(teb) (lam)
Untuk Member Aktif "Fiesta Mandiri"
10/04/2009 [16:11:16]
Diharap bersabar menunggu pengaktifan bagi yang belum kami aktifkan dikarenakan kami masih menyusun Matrik anda. Dibutuhkan waktu yg tidak sebentar untuk menyusunnya agar tidak ada yg dirugikan. Bagi yang sudah aktif silahkan mulai aktif kembali mencari member. Admin
Segera DAftar Ulang Bagi Member Fiesta Mandiri
04/04/2009 [21:04:17]
Bagi Member aktif Fiestamandiri.com yg kini berganti nama menjadi mandiripro.com silahkan anda daftar ulang. Anda tidak perlu membayar lagi karena anda adalah member aktif fiesta mandiri. Daftar ulang seperti anda saat anda daftar pertama kali dengan username dan password yg lama.
Terima kasih.
Admin/Pengelola
|